Pentingnya Pendidikan Headline Animator

Rabu, 09 Maret 2011

MELACAK AKAR PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM : SEBUAH PENGANTAR

Posted by Fahmi Ahmad Lestusen S.PdI 20.34, under , | No comments

A. Dasar Pemikiran

Manusia merupakan makhluk allah swt. yang sempurna sesuai dengan tugas fungsi dan tujuan penciptaannya sebagai khalifah filard dan terbaik bila dibandingkan dengan makhluk lainnya. kelebihan manusia bukan hanya sekedar berbeda susunan fisik, tapi juga lebih jauh adalah kelebihan aspek psikisnya dengan totalitas potensinya masing-masing yang sangat mendukung bagi proses aktualitas diri pada posisinya sebagai makhluk mulia. integritas kedua unsur tersebut abersifat aktif dan dinamis sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman di mana manusia berada. dengan potensinya material dan spiritual tersebut, menjadikan manusia sebagai makhluk ciptaan allah swt. yang terbaik.secara sistematis pada proposisinya penge tahuan yang mencerminkan pengembangan totalitas kepribadian manusia secara utuh. untuk mengoptimalisasikan seluruh potensi yang dimiliki peserta didik maka, pendidikan harus mampu mengarahkan peserta didik pada pengembangan diri secara totalitas. islam dengan ajaran yang universal tidak menghendaki adanya sistem pendidikan yang dikotomik parsial dalam menempatklan peserta didik baik teoritis maupun praktis peserta didik manawarkan sistem pensisikan yang integral dan mengempatkan sesuai dengan tuntutan yang digariskan oleh Allah SWT.

B. PENGERTIAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM

Secara etimologi pemikiran berasal dari kata dasar pikir, berarti proses, cara atau perbuatan memikir yaitu menggunakan akal budi untuk memutuskan suatu persoalan dengan mempertimbangkan segala sesuatu secara bijaksana. Dalam konteks ini pemikiran dapat diartikan sebagai upaya cerdas (ijtihady) dari proses kerja akal dan kalbu untukmelihat fenomena dan berusaha mencari penyelesaiannya secara bijaksana sedangkan pendidikan, secara umum berarti suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang (peserta didik) dalam usaha mendewasakan manusia (peserta didik),melalui upaya pengajaran dan latihan. Serta proses perbuatan dan cara-cara mendidik. Dengan berpijak pada definisi diatas. maka yang dimaksud dengan pemikiran pendidikan islam adalah proses kerja akal dan kalbu yang dilakukan secara bersungguh-sungguh dalam melihat berbagai persoalan yang ada dalam pendidikan islam dan berupaya untuk membangun sebuah peradaban pendidikan yang mampu menjadi wahana bagi pembinaan dan pengembangan peserta didik secara paripurna.

C. TUJUAN DAN KEGUNAAN MEMPELAJARI PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM

Secara khusus pemikiran pendidikan islam memiliki tujuan sangat komplek diantaranya adalah :

1. Untuk membangun kebiasaan berpikir ilmiah, dinamis dan kritis terhadap persoalan-persoalan di seputar pendidikan islam.

2. Untuk memberikan dasar berfikir inklusif terhadap ajaran islam dan akomodatif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh intelektual diluar islam.

3. Untuk menumbuhkan semangat berijtihad, sebagaimana yang ditujukan oleh Rosulullah dan para kaum intelektual muslim pada abad pertama sampai abad pertengahan, terutama dalam merekonstruksi sistem pendidikan islam yang lebih baik.

4. Untuk memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan sistem pendidikan nasional.

D. SEKILAS SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM

Sejarah pendidikan sama usianya dengan sejarah manusia itu sendiri. keduanya tak dapat sipisahkan antara satu dengan yang lain. Manusia tidak akan bisa berkembang secara sempurna bila tidak ada pendidikan untuk itu tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sksistensi pendidikan merupakan salah satu syarat yang mendasar bagi meneruskan dan mengekalkan kebidayaan manusia. Disini, fungsi pendidikan berupaya menyesuaikan kebudayaan lama dengan kebudayaan lama dengan kebudayaan baru secara proporsional dan dinamis. Wacana pemikiran pendidikan islam masa nabi sudah tentu tidak sesistematis dan secanggih yang ada sekarang ini. Meskipun demikian perhatian umat terhadap ilmu pengetahuan jelas sangat tinggi dan hal ini terwujud sesuai dengan kemungkinan kondisi sosial waktu itu. Ketika di makkah, proses pendidikan islam dilakukan Nabi dan para pengikutnya di dar al-arqam, sebagai pusat pendidikan dan dakwah. setidaknya ada empat alasan pentingnya pelacakan pendidikan dan sesudahnya, yaitu : pertama, dalam tatanan kehidupan masyarakat yang dinamis, ada upaya pewarisan nilai kebudayaan antara generasi tua kepada generasi muda.bahkan pendidikan seringkali dijadikan tolak ukur layak atau tidaknya manusia menduduki dan melaksanakan amanat Allah sebagai khalifah fi al-ardh. sebagaimana firman Allah SWT.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang memiliki ilmu beberapa deraja”t. (Q.S. 28 : 11)

Munculnya dinamika penbaruan pemikiran pendidikan yang dilakukan sejumlah intelektual muslim dari masa ke masa, tidak terlepas dari kondisi objektif sosial-budaya dan sosial keagamaan umat islam itu sendiri. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan, bahwa dinamika pemikiran intelektual muslim merupakan hasil refleksi terhadap kondisi umat islam pada zamannya. Sederetan intelektual muslim, sejak masa awal sampai pada era posmodernisme telah berupaya merekonstruksi guna terciptanya sistem pendidikan islam yang ideal. kelompok intelektual muslim tersebut antara lain adalah :

1. Ibnu Maskawih (Ahmad ibn Muhammad ibn Ya’qub ibn Miskawih), lahir di rayy sekitar tahun 320 H./ 432 M. dan meninggal di isfaham pada tanggal 9 safar buwaihi yang berlatarbelakang mazhab syi’ah. Perhatiannya dalam menuntut ilmu sangat besar. Hal ini tercermin dari bidang ilmu pengetahuan yang ditekuninya. Dalam bidang sejarah umpamanya, ia belajar dengan Abu Bakar Ahmad ibn Kamil al-qadhi, filsafat dengan ibn al-khammar, dan kimia dengan Abu Thayyib. Pemikirannya tentang pendidikan lebih berorientasi pada pentingnya pendidikan akhlak. hal ini tercermin dari karya monumentalnya, Tahzib al-akhlaq. melalui karya tersebut Miaskawih menyetakan bahwa tujuan endidikan adalah terwujudnya sikap batin yang secara spontan mampu mendorong lahirnya perilaku dalam memperoleh kerimah-perilaku yang demikian akan sangat membantu peserta didik dalam memperoleh kesempurnaan dan kebahagiaan yang sejati.

2. Ibn Sina (Abu Ali al-Husaiyn ibn Abdullah ibn al-Hasan ibn Sina) lahir pada tahun 370/ 980 di asyanah, Bukhara (dalam peta modern masuknya Turkistan) ia wafat oleh penyakit disentri pada tahun 428/ 1037 dan dimakamkan di Hamadan (sekarang dalam wilayah Iran). Hasil pemikiran dari Ibn Sina diantaranya :

a. Falsafah wujud

b. Falsafah Faidh

c. Falsafah Jiwa

3. Ibn Khaldum (Waliuddin Abdurrahman bin Muhamad bin Muhammad bin Hasan bin Jobir bin Muhammad binIbrahin bin Abdurrahman bin Walid bin Usman) lahir di Tunisia pada tanggal 1 Ramadhan 732 H/ 27 Mei 1332 M dan wafat di Kairo 25 Ramadhan 808 H/ 19 Maret 406 M.

Diantara stressing ruint pemikiran Khaldum adalah pada bidang pendidikan islam dalam melaksanakan pendidikan, maka menurut Khaldum paling tidak ada dua tujuan yang perlu disentuh yaitu jasmaniah dan rohaniah.

4. Muhammad Abdus ibn hasan Khairuddin, lahir pada tahun 1265 H/ 1849 M. Pada sebuah desa dipropinsi Gharbuyyah-ia lahir dari lingkungan petani sederhana yang taat dan sangat mencintai ilmu pengetahuan.

Menurut Abduh metode yang kuno sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan dewasa ini, sebab metode tersebut menurut tumbuhnya daya peserta didik dalam bukunya al- a’mal al-kamila Abduh menawarkan metode pendidikan yang lebih dinamis dan kondusif bagi pengembangan intelektual peserta didik. Metode yang di maksud adalah metode diskusi.

5. Ismail raji al faruqi, lahir di Sayfa (palestina) pada tanggal 1 Januari 1921. Ia meninggal pada tanggal 1986. latar belakang pendidikannya ditempuh pada pendidikan barat yaitu Colege Des Peres (1936). Kemudian pendidikan pasca sarjana mudanya ia rampungkan pada America University (1941). Kemuudian program magisternya pada Indian University dan harvard University dalam bidang filsafat. sedangkan gelar doktor ia peroleh pada indian university dalam bidang yang sama.

Menurut analisis al-faruq umat islam saat ini berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dan lemah, baik secara moral, politik, dan ekonomi terutama komunitas intelektual dalam wacana keagamaan, umat islam terbelenggu oleh Khurafal, kondisi ini membuat umat islam taqlid yang berlebihan terutama dalam aspek syariat. Kondisi ini membuat umat islam berada dalam kondisi statis dan enggan melakukan kreativitas, ijtihad.

6. Syed Muhammad Waquib al-attas dilahirkan di Bogor Jawa Barat pada tanggal 5 September 1931. Paradigma pemikiran al-attas bila diaji secara historis merupakan sebuah pemikiran yang berasal dari dunia metafisika kemudian kedunia kosmologis dan mermuara pada dunia psikologis, perjalanan kehidupan dan pengalaman pendidikannya memberikan andil yang yang sangat besar dalam pembentukan paradigma pemikiran selanjutnya.

Senin, 07 Maret 2011

Sejarah Sistem Pendidikan Islam

Posted by Fahmi Ahmad Lestusen S.PdI 10.58, under | No comments

Pendidikan memainkan peran sentral dalam Islam. Ilmu menjadi tulang punggung (backbone) ajaran Islam. Lebih dari 800 ayat Al Quran menyebut, menyinggung atau membahas tentang pentingnya keilmuan. Sekedar perbandingan, hanya 90 ayat Al Quran yang membahas tentang fiqh atau ilmu hukum Islam. Ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dan pendidikan dalam Islam (QS Al Mujadalah 58:11).

Karena hanya dengan ilmu, dua tujuan pokok agama dapat tercapai. Dua tujuan utama itu adalah pertama, tauhid. Yakni, mengesakan atau men-satu-kan Allah. Yang konsekuensinya adalah keinginan inheren untuk menyembahNya (QS Al A’raf 7:172)dan kepatuhan mutlak pada syariah-Nya (QS An Nisa’ 4:59).

Kedua, akhlakul karimah. Ilmu apapun yang dipelajari—ilmu agama atau umum, bertujuan untuk meningkatkan akhlak seorang muslim pada level akhlak Rasulullah (QS Al Qalam 68:4).

***

Selaras dengan karakter manusia yang dinamis and inovatif, proses transmisi keilmuan mengalami dinamikanya sendiri dari zaman ke zaman. Begitu juga sistem pendidikan Islam mengalami perubahan dan pembaruan dari masa ke masa. Berikut tulisan singkat tentang sistem dan institusi pendidikan Islam sejak masa Rasulullah sampai saat ini.

Pertama, masjid. Di samping untuk beribadah, masjid juga menjadi salah satu tempat untuk transmisi keilmuan. Masjid menjadi institusi pendidikan pertama dan tertua dalam Islam. Rasulullah menggunakan masjid Nabawi di Madinah sebagai tempat untuk kegiatan pendidikan dan pengajaran kepada para Sahabat Nabi.

Pasca Nabi, para ulama dan ahli Hadits dulunya biasa mengadakan pengajian di masjid jami’, di mana mereka duduk melingkar, mengaji, mengajar dan mendiskusikan berbagai disiplin ilmu seperti fiqh, tafsir, hadits, grammatika bahasa Arab (nahwu shorof), dll.

Kedua, Al Katatib (bentuk jamak dari al kuttab) adalah sekolah Al Qur’an . Di sini dipelajari cara membaca, menulis dan menghafal Al Qur’an. Al Katatib terdapat di sejumlah negara Islam di Timur Tengah. Sampai saat ini, Al Katatib masih eksis di sejumlah negara Arab seperti Kuwait.

Ketiga, Darul Quran atau Pusat Kajian Al Qur’an. Insitutsi ini adalah institusi pendidikan Islam pertama yang didirikan khusus untuk mempelajari Al Quran. Pelopor utamanya adalah Rasha ibnu Nathif al Dimashqi. Didirikan di Damaskusi, Suriah pada tahun 400 hijriah / 1009 masehi.

Keempat, Darul Hadith atau Pusat Kajian Hadits adalah institusi pendidikan Islam pertama yang mengambil spesialisasi Hadits dan ilmu-ilmu yang terkait. Didirikan oleh Al Malik al Adil Nuruddin Mahmud al Zanki, di Damaskus, Suriah.

Kelima, Al Madaris (jamak dari madrasah) secara literal bermakna sekolah. Yang dimaksud adalah sekolah tinggi atau kolese (college). Didirikan pertama kali pada abad kelima Hijriah atau abad ke-12 masehi. di Damaskus, Suriah. Dalam Al Madaris terdapat satu madrasah untuk setiap jurusan. Seperti madrasah teknik, madrasah kedokteran, dll.

Keenam, Al Jami’at atau universitas. Pada tahun 859 masehi Fatimah al Fihri mendirikan Jami’ah al-Qarawiyyin atau Universitas Qarawiyyin di kota Fas, Maroko. Universitas ini merupakan universitas pertama dan tertua di dunia.[1] Di susul kemudian oleh Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir yang didirikan pada tahun 959 masehi.

Jamiah Al-Nizamiyya atau Universitas Nizamiyyah Baghdad, Irak didirikan pada 1091 M, yang merupakan universitas terbesar dunia pada abad pertengahan. Disusul kemudian oleh Universitas Mustansiriya yang didirikan oleh khalifah Abbasiyah Al Mustansir pada 1233 M. Universitas-universitas ini selain mengajarkan bidang-bidang agama, juga menyediakan bidang studi filsafat, matematika dan ilmu sains. Al Hakam ibnu Abdul Rahman mendirikan universitas Kordoba di Spanyol yang kemudian menjadi salah satu universitas internasional terkemuka pada zamannya.

Banyak intelektual muslim berpengaruh adalah hasil didikan dari universitas-universitas ini. Seperti Al Khawarizmi (780-846 M) pakar matematika, Ibnu al Haytham (965-1040 M ahli astronomi dan matematika, Ibnu Sina (980-1037) filsuf, Jabir ibnu Hayyan (721M – 815 M) peletak dasar ilmu kimia modern, Al Razi (865-925 M) ahli pengobatan dan lainnya..

Keenam, Pondok Pesantren, madrasah . Sistem pendidikan pesantren adalah sistem pendidikan Islam yang khas Indonesia,[2] walaupun banyak juga dijumpai di negeri lain. Di Malaysia dan Thailand selatan disebut dengan pondok sementara di India, Pakistan, Bangladesh dan negara-negara Arab disebut dengan madrasah. [3] Awalnya, pesantren bertujuan utama untuk memperdalam ilmu agama seperti Al Quran, Tafsir, Hadits, Fiqh dan tata bahasa Arab (Nahwu Sharaf). Pada perkembangannya saat ini, pesantren tidak hanya mengkaji ilmu-ilmu agama, tapi juga ilmu umum dan sains.

1.The Guinness Book of Records, 1998, p. 242.
2. Adrian Vickers, A History of Modern Indonesia. Cambridge University Press, 2005. hlm. 55
3. Istilah madrasah di India, Pakistan, Bangladesh merujuk pada pondok pesantren. Sementara di Indonesia, pondok pesantren dan madrasah adalah dua hal yang berbeda.
4. Florian Pohl, Islamic Education and the Public Sphere: Today’s Pesantren in Indonesia, 2009, Waxmann Verlag GmbH, Germany.

Sumber: http://www.cantiknya-ilmu.co.cc/2010/12/sejarah-sistem-pendidikan-islam.html

Tags

Blog Archive

Blog Archive